Tuesday, October 27, 2015

Diskusi Terbuka Dalam Rangka Peringatan Hari Sumpah pemuda

BANDUNG TEL – U –Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 2015 nanti, kemarin BEM FKB membuat sebuah diskusi yang bekerjasama dengan Hima Adbis dan Hima Ikom pada tanggal 26 OKtober 2015. Diskusi tersebut mengambil tema “Membangun Pemuda Produktif Indonesia” .

Diskusi tersebut di ambil alih oleh Muhammad Ikhwan sebagao moderator. Adapun beberapa mahasiswa/I yang menjadi narasumbernya antara lain : Rivaldy Niadi Putra ( Ketua BEM FKB Kabinet GREAT ), Edward Patrick ( Ketua HIMA Ilmu Komunikasi ), M. Luthfi Lazuardi ( Ketua HIMA Administrasi Biasnis ), Surya Dinda Putri ( Mahasiswi bidang akademik ), Ni Luh Putu Mega Dyah Utami ( Mahasiswi bidang akademik ), dan Putri N. Pratiwi ( Mahasiswi bidang akademik ).


Diskusi ini diawali dengan sambutan Kepala Mentri Luar Negri BEM FKB yaitu Chichi Anita Dewi dan sambutan dari Ketua BEM FKB yaitu Rivaldy Niadi Putra, serta dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama.

Diskusi tersebut berlangsung dengan lancar, serius, dan santai. Pendapat masing-masing narasumber juga disesuaikan dengan suatu pernyataan dan pertanyaan dari moderator dapat diterima dalam diskusi tersebut. Diskusi tersebut membahas mengenai Pemuda Indonesia, MEA terhadap Indonesia, kekuatan Negara sesuai usia Negara, dan pemuda wajib bela Negara yang diutus oleh Jokowi.

Pemuda Indonesia merupakan satu-satunya harapan Bangsa dimasa depan nanti. Menurut Putri “kta pemuda bagi saya adalah Agent of Change, pemuda sukses adalah pemuda yang keluar dari zona nyaman”. Sudah seharusnya pemuda memiliki sifat-sifat yang dapat membela negaranya sendiri. Kesuksesan generasi muda dapat meningkatkan kualitas Negara itu sendir.  Mega berkata “satu pemuda satu mimpi, pemuda tidak perlu kritisi, tetapi perlu aksi”. Banyak sekali generasi muda yang belum melakukan tindakan-tindakan kecil dalam membela negaranya, “contohnya yang paling kecil aja seperti membuang sampah, masih banyak yang membuang sampah sembarangan” sambung Edward Patrick.

Dibulan Desember nanti MEA akan masuk ke Indonesia dan itu akan memberikan dampak negatif atau positif tentunya. Menurut Surya “UMKM akan survive nantinya ketika MEA datang” .Hal ini akan menjadi tantangan kepada masyarakat Indonesia sendiri yang sudah seharusnya bangga akan produk lokal. “siap tidak siap, kita harus hadapi. Saat MEA datang, itu pembelajaran buat kita” ucap Rivaldy.

Kekuatan Negara dapat dilihat dari unia Negara tersebut merdeka. 70 tahun usia Negara Indonesia merdeka sudah kuatkah Negara kita ?. Edward berpendapat “umur bukan jaminan jadi dewasa”. Keuat atau tidaknya suatu Negara bergantung dengan kemampuan penduduknya dalam membela negaranya. “pemuda harus survive untuk Negara kita” pendapat Putri.


Rencana jokowi terkait pemuda wajib bela Negara diharapkan dapat memberikan efektifitas dan produktifitas dari indiividu terhadap negaranya. Mega mengatakan “itu tergantung diri kita sendiri”. Ada hasil lebih dari sebelumnya yang diharapkan oleh Jokowi terhadap tindakan-tindakan pemuda. Surya berpendapat “membela Negara menyangkut mental diri kita. Seperti kita mengerti Pancasila, berhenti korupsi, dan lain-lain”. Banyak sekali yang harus diperbaiki agar tindakan-tindakan negatif yang merugikan Negara dapat berkurang bahkan hilang. “hal ini penting karena krisis moral” ucap Lazuardi.


Diskusi ditutup dengan mengucapkan butir-butir Sumpah Pemuda bersama-sama. serta penyerahan sertifikat oleh Wakil Ketua BEM FKB Kabinet GREAT yaitu Ricky Aditya Putra. (DS)

0 comments:

Post a Comment