Thursday, May 31, 2018

Hari Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila, beda loh!!


Halo ikommers!

Udah pada tau kan, kalau sejak tahun lalu 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional? 1 Juni ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh Presiden Jokowi lewat keputusan presiden nomor 24 tahun 2016 tentang hari lahir Pancasila.
Tapi, ikommers sudah tau belum, bedanya hari Kesaktian Pancasila dan Hari Pancasila?
Hari Kesaktian Pancasila berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI yang terjadi pada 30 September 1965. Peristiwa usaha PKI untuk mengubah unsur Pancasila menjadi komunis sebagai ideologi negara. Pembantaian pun dilakukan terhadap 6 jenderal dan 1 kapten sebagai upaya kudeta. Namun pada akhirnya hal ini bisa diredam oleh otoritas militer Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan tanggal 30 September sebagai hari peringatan G30S/PKI dan 1 Oktober sebagai hari kesaktian Pancasila.

Sedangkan Hari Pancasila berkaitan dengan lahirnya Pancasila. Tanggal 1 Juni dipilih sebagai hari Pancasila karena penetapan hari Pancasila mengacu pada siding Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei – 1 Juni 1945. Istilah Pancasila diperkenalkan oleh Sukarno dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945.
Rumusan yang dibacakan oleh Sukarno berbeda dengan Pancasila yang kita kenal sekarang. Dasar negara yang saat itu disampaikan Sukarno adalah Kebangsaan, Internasionalisme atau perikemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial, dan Ketuhanan Yang Maha Esa. Setelah itu, dibentuk kembali panitia kecil yang bertugas untuk merumuskan kembali Pancasila yang dijabarkan oleh Sukarno. Panitia tersebut bernama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).
PPKI yang terdiri dari 9 orang sempat merumuskan Piagam Jakarta. Namun Piagam Jakarta sempat ditolak oleh perkilan dari Indonesia Timur. Pada 18 Agustus 1945 barulah ditetapkan Pancasila yang kita kenal sekarang yang berbunyi:

1.      Ketuhanan Yang Maha Esa
2.      Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
5.      Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia


Sumber:



Monday, March 26, 2018

Kenalan Sama Kaprodi Baru Yuk!

                          

Hallo Ikommers!

Sudah tau dong, beberapa waktu lalu kita baru aja punya kaprodi baru? yap, kaprodi kita yang baru adalah Bapak Freddy Yusanto. Pada kepo gak sih? ingin tau lebih dekat dengan beliau? Yuk, simak artikel berikut ini!

Freddy Yusanto, atau biasa dipanggil Pak Freddy, per tanggal 1 Februari 2018 telah resmi menjadi Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Telkom University Bandung, menggantikan Bu Rah Utami Nugrahani atau yang sering kita sapa sebagai Bu Hani. Pak Freddy memiliki latar belakang pendidikan di bidang Broadcasting (D3 Komunikasi Universitas Gadjah Mada), Komunikasi Massa(S1 Komunikasi Universitas Padjadjaran) dan Desain Komunikasi Visual (S2 Institut Teknologi Bandung).

Pak Freddy adalah dosen yang mempunyai keahlian di bidang Broadcasting Televisi, dengan latar belakang praktisi di bidang Pertelevisian, Production House dan Advertising. Mengawali karirnya pada umur 22 tahun, bekerja sebagai Asst Cameraman in Out Door Production Division Indosiar Visual Mandiri – Jakarta pada tahun 1998. Pada tahun 1999 sebagai Studio Head LNG TV di Bontang Kalimantan Timur. Tahun 2000 bekerja di sebuah Advertising di Bandung sebagai Production Manager, sebagai Supervisor Post Production di PH Animasi Red Rocket Animation Bandung pada tahun 2001, serta sebagai Operational Manager di Production House Manajemen Qolbu Televisi (MQTV) Bandung dari 2002-2007. Saat bekerja di PH inilah, beliau telah banyak membuat program TV dan bekerjasama dengan hampir semua TV swasta nasional saat itu, sehingga pengalaman inilah yang seringkali dibagikan kepada mahasiswanya. Pak Freddy kemudian memiliki sebuah PH yang fokus mengerjakan TV Commercial dan Company Porfile serta memberikan pelatihan-pelatihan terkait dunia Fotografi dan Videografi. Beberapa perusahaan swasta maupun BUMN telah menjadi kliennya pada saat itu (2006-2010).

Sejak tahun 2010, beliau mulai mendedikasikan waktunya untuk mengajar. Awalnya mengajar di DKV IM Telkom (saat itu), kemudian pada tahun 2012 bergabung dengan Prodi Ilmu Komunikasi dan pada tahun 2015 beliau resmi menjadi dosen tetap di Prodi Ilmu Komunikasi Telkom University. Beliau pernah menjadi Pembina Forum Film Telkom periode 2014 dan 2017, juga hingga saat ini sebagai Pembina Ikom Channel, sebuah komunitas Lab. Broadcast Prodi Ilmu Komunikasi Telkom University.
Sebagai seorang yang pernah berkecimpung di dunia industri, pak Freddy selalu menanamkan kedisiplinan kepada mahasiswanya, terutama jika berhubungan dengan deadline sebuah pekerjaan. The show must go on, adalah prinsip kerja yang selalu disampaikan kepada mahasiswanya. Menanamkan rasa tanggungjawab dan totalitas dalam menghasilkan sebuah karya, saling menghormati dalam sebuah team work dan bersikap terbuka dalam menerima masukan adalah gaya beliau mendidik mahasiswanya.

Wah, ternyata banyak sekali pengalaman dan prestasi yang dimiliki Pak Freddy. Semoga sekilas cerita pak Freddy dapat memotivasi dan menginspirasi kita semua, agar kita dapat lebih baik lagi dalam belajar dan berkarya 😊


Friday, September 1, 2017

PKKMB ILMU KOMUNIKASI 2017

Bandung, 15 Agustus 2017 - Rangkaian acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru atau PKKMB telah selesai dilaksanakan. PKKMB dibagi menjadi 2 batch, yaitu batch 1 yang dilakukan pada tanggal 7 - 9 Agustus bagi fakultas FIK, FEB, FTE dan batch 2 pada tanggal 14 - 16 Agustus 2017 bagi fakultas FIF, FRI, FKB, FIT. Acara PKKMB pada jurusan Ilmu Komunikasi sendiri jatuh pada tanggal 15 Agustus 2017. Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi pun menyiapkan rangkaian acara PKKMB. Acara PKKMB ini sendiri merupakan salah satu Program Kerja Departemen Internal Bagian Koordinator Angkatan. Dan pada PKKMB tahun ini terdapat sedikit perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu HIMA IKOM menyambut pula mahasiswa baru dari jurusan Digital Public Relation. Digital Public Relation merupakan jurusan yang baru diresmikan pada tahun 2017.



Acara PKKMB IKOM 2017 dimulai dengan penyambutan mahasiswa baru Ilmu Komunikasi dan Digital Public Relation di Fakultas Komunikasi dan Bisnis. Penyambutan dilaksanakan dengan menyanyikan chants Ilmu Komunikasi yang dipimpin oleh para Abang Kakak Liaison Officer (LO). Seluruh mahasiswa baru kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Dan pada setiap kelompok diwajibkan untuk membuat yel-yel kelompok.

Acara berikutnya yaitu seluruh maba Ikom maupun Digital PR memasuki aula Fakultas Komunikasi dan Bisnis untuk mendapatkan penjelasan mengenai Jurusan Ikom dan Digital Public Relation. Selain itu ada pula sesi perkenalan ormawa FKB mulai dari DPM FKB, BEM FKB, dan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Tidak berakhir sampai disitu, acara masih dilanjutkan dengan tour di kampus Fakultas Komunikasi Bisnis untuk memperkenalkan lab serta fasilitas apa saja yang ada di jurusan Ilmu Komunikasi.
Pada rangkaian acara PKKMB IKOM 2017 terdapat pula 3 pos games yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru. Di setiap pos, games berlangsung dengan seru dan meriah. Gelak tawa pun selalu terdengar riuh dari setiap pos. Games yang diadakan bukan sekedar permainan saja, melainkan mempunyai esensi dan makna yang terkandung. Seperti games yang memicu adanya kerja sama, kekompakan, serta kebersamaan.

Acara PKKMB IKOM 2017 pun sampai di penghujung. Acara ini ditutup dengan foto seluruh angkatan 2017 dengan membentuk tulisan ‘EAGLE’ yang merupakan nama angkatan mahasiswa baru 2017. Jadi, Selamat Datang keluarga baru!